Dewan Penyantun


Viveka Nanda Leimena 

Chairman

Viveka Nanda Leimena, MBA

Viveka Nanda Leimena, salah seorang putra Dr. Johannes Leimena, menyelesaikan program MBA di  Ecole Nationale des Ponts et Chausses, Paris (Perancis). Ia memulai karir panjangnya di bidang keuangan. Tahun 1979-1989 Nanda menjabat sebagai Presiden Direktur PT ASEAM Indonesia (lembaga keuangan), kemudian dilanjutkan pada  tahun 1989-1995 sebagai CEO dari anak perusahaan Bank Rakyat Indonesia di Hongkong. Integritasnya dalam bidang keuangan membuat ia terpilih sebagai anggota Board of Trustees di Institute for Good Governance and Regional Development yang berbasis di Jakarta. Selain itu ia pun menjadi anggota Komite Audit PT Bank Permata Tbk dan Direktur BPK Gunung Mulia, sebuah perusahaan penerbitan.


Adrianus Mooy 
Prof. Adrianus Mooy, PhD

Prof. Adrianus Mooy, PhD

Begawan ekonomi Indonesia ini memiliki banyak pengalaman di posisi strategis dalam kebijakan perekonomian tingkat nasional dan internasional. Sebelum menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia (1988-1993), Prof. Adrianus Mooy pernah bertanggungjawab antara lain sebagai Sekretaris Dewan Moneter serta Deputi Ketua Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. Di tingkat internasional, ia sempat diminta menjadi Gubernur International Monetary Fund untuk Indonesia, Duta Besar Indonesia untuk Uni Eropa, Under-Secretary General / Executive Secretary pada United Nations-ESCAP di Bangkok, dan Senior Advisor pada United Nations Support Facility for Indonesian Recovery di Jakarta. Pengalamannya dalam kebijakan public semakin lengkap dengan keanggotaannya di MPR-RI antara tahun 1982-1992. Sejak awal karirnya, lulusan PhD dalam bidang Ekonomi/Ekonometri dari University of Wisconsin - Madison (USA) ini terus berkecimpung dalam bidang pendidikan dan menjadi guru besar pada Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (1987). Kini ia kembali menunjukkan perhatiannya pada dunia pendidikan sebagai Chair Professor pada ABFI Institut, Perbanas, serta Senior Advisor di Universitas Pelita Harapan. Selain itu ia pun merupakan salah satu pendiri dari perusahaan konsultan Strategic Asia.

 

Edwin Soeryadjaya 

Edwin Soeryadjaya, BBA

Edwin Soeryadjaya, alumni University of Southern California (1974), adalah Founding Partner dan Chairman Saratoga Asia Fund II, sebuah perusahaan private equity. Bidang usahanya meliputi pertambangan batubara (kedua terbesar di Indonesia), terminal batubara, dry bulk barging & shipping, pembangkit tenaga listrik, perkebunan kelapa sawit, operator telekomunikasi, jalan tol, serta minyak dan gas. Selain peranan pentingnya dalam dunia bisnis, Edwin juga mendedikasikan dirinya di bidang pendidikan dan pelayanan sosial. Ia adalah salah satu pendiri WFP Asia Philanthropists Trust dan melayani di yayasan sekolah Ora Et Labora serta di yayasan Universitas Kristen Indonesia. 


Jakob Tobing 

drs. Jakob Tobing, MPA

President

Jakob Tobing ikut meletakkan dasar reformasi politik Indonesia melalui kepemimpinannya dalam Panitia Ad Hoc I BP-MPR yang melakukan Amandemen UUD 1945 pada tahun 1999 - 2004. Pengalamannya dalam badan legislatif dimulai sejak 1968 ketika diangkat menjadi anggota DPR termuda saat itu. Awalnya ia ikut mendirikan Golongan Karya (Golkar) untuk membawa perubahan dari Orde Lama, tapi sejak 1994 ia kembali bekerjasama dengan gerakan reformasi saat itu, lalu tahun 1997 bergabung dengan PDI Megawati Soekarnoputri dan menjadi Wakil Ketua Balitbang PDI Mega. Kemudian dalam Pemilu 1999, sebagai Ketua Panitia Pemilihan Indonesia, ia memimpin pelaksanaannya yang merupakan pemilu demokratis pertama sejak 1955. Setelah mengabdi selama 34 tahun di MPR/DPR, ia ditugaskan sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Korea Selatan (dari 2004 s/d awal 2008). Atas pengabdiannya, alumnus John F. Kennedy School of Government - Harvard University ini dianugerahi bintang Mahaputera Utama dari Republik Indonesia dan Ganghwa Medal dari Republik Korea.


Junius Suhadi 

Junius Suhadi

Melalui Yayasan Setia Bakti, Junius Suhadi aktif membina berbagai pelayanan sosial kemasyarakatan, mulai dari panti asuhan, pelayanan medis, pelayanan penjara, hingga bantuan kemanusiaan dan bencana alam. Dalam bidang medis, selain menjadi Pengurus Rumah Sakit PGI Cikini, ia juga mengawasi beberapa klinik umum dan gigi yang didirikan untuk melayani masyarakat miskin. Ia pun banyak bekerja sama dengan berbagai kabupaten di Indonesia untuk melaksanakan operasi katarak dan bibir sumbing secara cuma-cuma. Perhatiannya pada masalah sosial mendorongnya untuk membina beragam yayasan yang berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Mangara Tambunan 

Prof. Mangara Tambunan, PhD

Mangara Tambunan adalah Guru Besar Tetap bidang Ekonomi Sumber Daya dan Regional di Institut Pertanian Bogor (IPB) yang mengajar program Pasca Sarjana di IPB maupun di Pasca Sarjana Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Setelah berkarya selama 30 tahun, penerima gelar MsC. dan Ph.D dalam Ilmu Ekonomi Terapan dari University of Minnesota (USA) ini mendapatkan Satya Lencana Karya Pengabdian 30 tahun dari Presiden RI tahun 2009. Selain menjadi peneliti senior, Managing Director dari Center for Economic and Social Studies (CESS) ini memang aktif sebagai penulis dan editor dari berbagai buku dan jurnal di dalam dan luar negeri. Ia juga banyak terlibat dalam berbagai riset tingkat nasional maupun internasional sebagai team leader, konsultan, maupun peneliti senior. Ia sempat antara lain, menjadi anggota Dewan Riset Nasional dan Konsultan pada Asian Development Bank. Area riset yang banyak dilakukannya antara lain di bidang ekonomi pembangunan dan ketenaga-kerjaan, khususnya dalam hubungannya dengan usaha mikro, kecil dan menengah.


Matius Ho 

Matius Ho, MS

Executive Director

Setelah menyelesaikan pasca-sarjananya di University of Wisconsin - Madison (USA) tahun 1997, Matius Ho bekerja sebagai konsultan manajemen di Andersen Consulting (kemudian menjadi Accenture) menangani berbagai proyek di Indonesia dan Singapura. Setelah itu, ia masuk dalam industri manufaktur sebagai Direktur sebuah perusahaan ekspor perkakas rumah tangga. Keterlibatannya dalam lembaga kajian dimulai ketika menjadi Wakil Sekretaris Yayasan Akademi Leimena tahun 2000-2005. Lalu bersama dengan yang lain, ia ikut mendirikan Institut Leimena. Sejak tahun 2008, alumni London Institut for Contemporary Christianity (UK) ini diangkat menjadi Direktur Eksekutif Institut Leimena.


RK Sembiring Meliala 

Mayjen TNI (Purn.) Radja Kami Sembiring Meliala

Karirnya berkisar tidak saja di kalangan militer, tapi juga di dunia politik di mana ia telah menjadi anggota DPR selama beberapa periode (1987 - 1992, 1992 - 1994, 1999 -2004 dan 2004 - 2009). Tahun 1990 - 1992 ia menjabat sebagai Ketua Komisi II DPR-RI dan tahun 1992 - 1994 menjadi Wakil Ketua Fraksi ABRI di DPR/MPR RI. Tahun 1999 - 2004 menjabat sebagai Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan dan Wakil Ketua Komisi I DPR RI. Selanjutnya tahun 2004 - 2007 menjadi Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan Bidang Polkam DPR RI. Dalam dunia militer, lulusan dari  Generalstabslehrgang Führungsakademie der Bundeswehr - Jerman (1973) ini telah memimpin berbagai satuan tempur. Tahun 1979 ia menjadi Komandan Kontingen Garuda VIII/Pengganti (United Nations Emergency Force II) di Timur Tengah dan tahun 1982 - 1985 menjadi Pangdam XVII Cendrawasih. Selain itu, pada tahun 2000 - 2005 ia adalah Ketua Yayasan Akademi Leimena.

  • Follow us on Twitter
  • Like us on Facebook
  • Subscribe to our IL News
  • Subscribe to the Suara Warga RSS
  • Support Institut Leimena